ANTUSIAS, WEBINAR JURUSAN TEKNIK MESIN TAHUN 2020 SECARA DARING

Kamis 21-22 Oktober 2020 telah sukses melaksanakan kegiatan rutin tahunan yakni Seminar Nasional Teknik Mesin. Tema seminar tahun ini ialah Sinergi Perguruan Tinggi Vokasi dan Industri dalam Mendukung Program Kampus Merdeka. Walaupun dilaksanakan secara daring, namun antusiasme peserta cukup tinggi, terbukti peserta Webinar tembus 702 orang. Selain Webinar, rangkaian kegiatan lainnya ialah Workshop Industri.

Hari pertama pelaksanaan Webinar dilaksanakan layaknya  semnas-semnas sebelumya. Acara dibuka oleh MC Isnanda Nuriskasari, S.Si., M.T., dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Seminar tahun ini merupakan seminar nasional ke 10 yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknik Mesin PNJ. Adapun tujuan utama dari Semnas Teknik Mesin ialah untuk membangkitkan jiwa riset serta jiwa akademik dosen dan mahasiswa. Artinya dosen dan mahasiswa yang memiliki penelitian, maka kegiatan Semnas Teknik Mesin ini merupakan wadah untuk mempublikasikan hasil penelitian sesuai dengan tema penelitian masing-masing. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh ketua panitia  Dr. Eng. Pribadi Mumpuni Adhi dalam sambutannya. “Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada para peserta dan para keynote speaker, narasumber, para sponsor sekaligus pengisi acara workshop tahun ini.”  Ujar Pribadi.

Sambutan kedua oleh Ketua Jurusan Dr. Eng Muslimin, S.T., M.T. Beliau memaparkan profil Jurusan teknik Mesin, Porgram Studi, Kerja sama Indsutri dan kerja sama dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri. Saat ini Jurusan Teknik Mesin semakin banyak mitra kerja sama industri, terakhir kerja sama dilakukan dengan PT. Formosa. Hal ini sesuai dengan arahan dari Dirjen Pendidikan Vokasi yang mengharuskan Perguruan Tinggi Vokasi bekerjasama dengan industri atau perusahaan. ”Walapun kegiatan seminar kali ini dalam kondisi pandemi, mudah-mudahan tidak mengurangi esensi dari Seminar Nasional dan Workshop, artinya kita masih bisa menggali ilmu dari kegiatan ini.”  Ungkap Ketua Jurusan Teknik Mesin tersebut. 

Sambutan sekaligus membuka acara disampaikan oleh Direktur Politeknik Negeri Jakarta Dr. sc. H. Zainal Nur Arifin, Dipl.Ing, HTL, M.T. Beliau menuturkan bahwa Semnas merupakan kegiatan tahunan tiap jurusan. Tujuannya untuk mempublikasikan dan mendesiminasi penelitian antara dosen dan mahasiswa. Sesuai dengan visi PNJ yakni unggul di tingkat internasional dan memiliki daya saing global, khusunya di tingkat Asia Tenggara, meningkatkan akreditasi internasional institusi dan program studi, serta guna meningkatkan reputasi. Kegiatan semnas ini adalah salah satu upaya untuk mencapai target tersebut. “Sudah lengkap, narasumber dari akademisi, dari industri, terima kasih telah mensuport kegiatan ini. Mudah-mudahan Jurusan Teknik Mesin menjadi pelopor dalam melakukan kerja sama lebih banyak lagi dengan industri. Dan juga PT. Aldik, semoga ke depan bisa menjadi sumber belajar para mahasiswa, menjalin kerja sama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Jurusan Teknik Mesin. Kemudian juga dengan  Universitas Al-Azhar, bapak Ary Syahriar karena kebetulan sebagai Wakil Rektor IV bidang kerja sama, artinya dengan demikian kita bisa menjalin kerjasama, sinergi antara politeknik dan universitas.” Pungkas Direktur PNJ.

Setelah sambutan usai, dilanjutkan dengan acara Webinar yang dimoderatori oleh Dr. Dianta Mustofa Kamal, S.T., M.T., salah satu dosen di Jurusan Teknik Mesin. Materi pertama dijelaskan oleh Dr. Tatun Hayatun Nufus, M.Si., akademisi Teknik Mesin PNJ yang risetnya sudah melimpah,  dan beliau merupakan salah satu kandidat Profesor di Politeknik Negeri Jakarta. Judul presentasinya “Pendidikan Vokasi, kampus merdeka, dan rekayasa bahan bakar." Intinya dalam pemaparan tersebut, dijelaskan bahwa upaya sinergi anatara pendidikan tinggi vokasi dan industri harus semakin optimal. Sesuai dengan harapan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi (PTV) yang mendorong terwujudnya link and match anatara PTV dan Industri/dunia kerja. Maka kurikulum yang ada di Pendidikan Tinggi Vokasi harus sesuai dengan kebutuhan industri. Kemudian harus adanya program magang harus lebih ditingkatkan hingga 20 SKS, dosen dari dunia industri, sertifikat kompetensi untuk lulusan, program beasiswa, dan joint research antara dosen dan industri. Selanjutnya pemaparan penelitian narasumber yakni tentang Rekayasa Bahan Bakar. Beliau menjelaskan bahwa di seluruh negara masih tinggi konsumsi bahan bakar, dan suatu saat akan habis, sehingga harus ada alternatif yang ditawarkan, salah satunya rekayasa bahan bakar, atau solusi Penghematan bahan bakar. Pencarian sumber energi alternatif sangat penting, kemudian peningkatan kualitas bahan bakar; Zat Aditif, HHO, dan Magnet.

Narasumber kedua Bapak Ary Syahriar, Ph.D., DIC., Wakil Rektor IV Bidang Kerja sama Universitas Al-Azhar Indonesia, yang menjelaskan materi tentang Sinergi Perguruan Tinggi Vokasi dan Industri, yang lebih diarahkan pada shift in global economic power; tentang persaingan global. Bagaimana Indonesia mampu bersaing dengan dunia internasional dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia, iptek dan tentu saja persaingan industri ekonomi.

Materi ketiga disampaikan oleh Mr. Roman Marian Ragus, narasumber dari industri.  PT. Aldik Sejahtera Bersama. Materi yang disampaikan lebih diarahkan pada Industri untuk Pendidikan. Karena pada dasarnya  keduanya mendapatkan keuntungan, simbiosis mutualisme. Pendidikan Vokasi, kewajiban utamanya ialah menyediakan lulusan yang mahir untuk bekerja di dunia Industri. Industri membutuhkan pekerja yang terampil, maka pendidikan vokasi harus mempersiapkan hal tersebut, terutama pemahaman tentang perkembangan teknologi terbaru yang digunakan di insustri. Artinya pendidikan vokasi dalam kurikulumnya harus beradaptasi dengan dunia industri.

Bersamaan dengan pelaksanaan Webinar Jurusan Teknik Mesin 2020, telah dilaksanakan secara parelel, presentasi oleh para peneliti yang berjumlah 21 orang. 16 pemakalah berasal dari Politeknik Negeri Jakarta dan sisanya berasal dari perguruan tinggi lain. Diantaranya ada dari Akademi Komunitas Semen Indonesia Gresik, Politeknik Negeri Subang, Universitas Jember, dan Politeknik Negeri Samarinda. Para pemakalah mempresentasikan makalahnya dengan cara merekam—streaming di link Youtube Jurusan Teknik Mesin PNJ.

Setelah istirahat siang, acara dilanjutkan dengan Workshop indsutri. Narasumber yang memberi materi ialah Bapak Diko Oktaviano, Assisten Manager Aftermarket Technical Service & Product management. PT. NGK Busi Indonesia, dengan tema Workshop Peran Teknologi Busi dalam Sistem pembakaran Dalam. Inti materinya, secara engineering, bagaimana mengkolaborasikan pengetahuan selama di kampus dan industri, thermodinamika, ilmu bahan, dan perpindahan panas. Penjelasan yang disampaikan seputar engine dan klasifikasinya, peran busi dalam siklus mesin pembakaran dalam, kondisi kerja busi pada ruang bakar, pengapian busi, dan proses busi.  Busi merupakan komponen penting dalam system pembakaran kendaraan bermotor. Busi bertugas menghasilkan “percikan listrik” untuk memulai proses pembakaran.

Hari ke-2 Workshop Industri yang diisi oleh narasumber dari PT. Aldik Sejahtera Bersama, yakni bapak Yusuf Shidiq, Jumlah peserta yang mengikuti Workshop di hari ke-2 tersebut berjumlah 496 orang. Tema yang diangakat oleh narasumber dari dari PT. Aldik Sejahtera Bersama ialah Rexroth Drive & Control Academy Solusi Pedidikan dengan “E-Learning.” Dalam materinya dijelaskan bagaimana pendalaman materi ajar mengenai pembelajaran era industri 4.0., di sini juga peserta Workshop diarahkan untuk praktik/ simulasi penggunaan e-learning dari narsumber, bagaimana model pembelajaran e-learning, hingga simulasi mencari materi ajar mengerjakan soal di e-learning disediakan oleh narasumber.

Materi Workshop selajutnya disampaikan oleh Bapak Cristanto Bawengan dari PT. Lincoln. Adapun tema Workshop ialah Digitalisasi Sistem Pelatihan Pengelasan. Intinya pada era Industri 4.0 segala sesuatu bisa dilakukan secara digital, termasuk penggunaan informasi dalam bentuk ‘bite’ yang mewakili gambar, suara atau dokumen. Kemudian, dalam meningkatkatkan efektivitas komunikasi dan pengolahan data, penambahan unsur digitalisasi. Metode pendidikan yang ada saat ini dengan sistem pengajaran terkoneksi, kolaboratif, curriculum berbasis web, access dan pembelajaran terbuka, sehingga lebih memudahkan instruktur dan peserta pelatihan dalam memahami isi materi di tengah situasi dan kondisi seperti pandemi saat ini. (Asep Yana Yusyama)

 

 

 


Share :


File Nama File Format Type